Ganti Presiden, Perubahan untuk Indonesia?


Pemilihan Presiden telah berlangsung beberapa hari yang lalu. Sampai hari ini banyak lembaga survey melakukan penghitungan cepat (quick count) untuk meninjau hasil suara yang didulang oleh kedua calon pasangan presiden dan wakil presiden. Hanya saja, masalahnya, banyak lembaga survey yang ternyata disokong oleh masing-masing pasangan capres dan cawapres tersebut, sehingga bisa kita saksikan hasil suara yang disajikan oleh beberapa lembaga survey tersebut tidak objektif.  Hal ini tentunya sangat membingungkan masyarakat yang juga ingin ikut meninjau hasil perhitungan cepat pilpres tahun ini.
Dari hasil Quick Count Pilpres menunjukkan beberapa survei yang memenangkan masing-masing dua belah pihak. Puskaptis, JSI, LSN dan IRC memenangkan Prabowo. Sementara Litbang Kompas RRI, SMRC, CSIS-Cyrus, LSI, IPI, Poltracking Institut dan Populi Center memenangkan Jokowi.

Pemilu presiden tahun 2014 ini memang banyak menuai kontroversi. Sebelum kampanye pilpres dimulai, masyarakat sudah dibanjiri dengan black campaign atas masing-masing calon. Persaingan pilpres kali ini begitu ketat dan keras, sehingga tak jarang masyarakat pun ikut main sikut untuk membela pasangan yang didukungnya. Namun, sebuah pertanyaan muncul, apakah harapan masyarakat Indonesia akan terwujud melalui pemimpin barunya nanti?

Layakkah Berharap pada Demokrasi?

Dalam visi misi yang dibawa kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden, terlihat tidak ada yang terlalu signifikan dari pemerintahan sebelumnya. Mereka hanya akan melakukan pertambahan dan perbaikan pada program-program yang telah ada. Selain itu, dalam landasannya, kedua pasangan ini masih tetap menyandarkan segala kebijakan yang akan mereka ambil sesuai dengan jalan demokrasi dan standarnya pada asas sekulerisme.

Kampanye keduanya memang sangat menarik simpati dan dukungan masyarakat. Masyarakat pun tergiur dengan janji-janji yang diucapkan oleh mereka. Namun, kita akan menunggu aksi salah satu dari kedua pasangan capres dan wapres ini ketika mereka memenangkan pemilu presiden nanti. Apakah janji yang telah mereka ucapkan ini akan mereka realisasikan? Ataukah hanya sekedar bualan manis yang menghipnosis rakyat saja?

Kita mesti bercermin pada masa lalu, yaitu pada sosok pemimpin yang telah duduk di singgasana istana negeri ini sebelumnya. Dahulu mereka pun menjual kata-kata manis pada rakyatnya. Tapi tengoklah fakta negeri ini sekarang, begitu sengsara, miskin menjerat, dan hidup sekarat. Pemerintah kita gemar sekali berutang yang dinikmati oleh mereka sendiri. Korupsi telah menjadi pemandangan biasa yang terjadi tiap harinya. Kriminalitas meningkat tajam. Apakah aparat negeri ini bisa mengatasi kasus-kasus yang melanda warganya ketika mereka masih membawa demokrasi? Tidak ternyata. Buktinya, hukum-hukum pidana yang ada pun tak pernah memberikan efek jera pada setiap pelakunya. Itulah sistem dalam demokrasi. Hanya memberikan manfaat kepada para pejabat elit dan pemilik modal besar. Sedangkan rakyat menjadi ‘tumbal’ bagi sistem buatan manusia ini.

Ganti Orang Saja Tidak Cukup
Pergantian kepemimpinan kerap dilakukan setiap lima tahun sekali dalam pemilu. Selama itu pula, kebijakan yang diambil terus berganti. Kursi-kursi di parlemen memang sering kali diisi oleh para pemegang kebijakan yang kurang amanah, dan bukan pada orang yang kompeten di bidangnya. Rezim korup dan bobrok memang masalah besar. Akan tetapi, masalah besar itu bukan datang dari orang-orangnya saja. Sistem demokrasi yang rusak dan merusak itulah akar masalah selama ini.

Sistem demokrasi adalah sistem hasil pemikiran manusia yang serba terbatas dan dipenuhi oleh kepentingannya sendiri. Oleh karena itu, demokrasi hanya akan cocok pada orang yang menerapkannya. Sedangkan orang yang terpaksa mengikutinya justru akan menjadi korban dari sistem yang memang cacat sejak lahir ini.

Indonesia sendiri sudah mengalami pergantian kepemimpinan selama enam kali, dan tahun ini adalah yang ketujuh kalinya. Negeri ini memang tidak pernah menerapkan sistem selain demokrasi. Hanya jenisnya saja yang berbeda, misalnya demokrasi terpimpin pada Orde Lama atau demokrasi Pancasila pernah diterapkan, dan saat ini sistem demokrasi yang dipakai cenderung liberal. Hampir selama 70 tahun semenjak Indonesia merdeka, bangsa ini tidak lepas dari jerat demokrasi. Apakah ada perubahan nyata dan signifikan yang dirasakan oleh masyarakat bangsa ini? Tidak. Yang ada justru semakin terpuruk dan semakin sengsara. Itulah buah hasil demokrasi serta orang-orang yang mengamalkannya.

Oleh karena itu, pergantian rezim saja tidak cukup. Butuh adanya sistem baru yang akan mendobrak sistem yang rusak ini. Sistem itu adalah sistem Islam. Sistem yang akan melahirkan orang-orang jujur dan amanah. Sistem yang akan menerapkan segala aturan dari Sang Pencipta, Allah swt. Itulah sistem yang datang dari Yang Maha Kuasa.

Islam, Sistem Rahmatan lil ‘Alamin

Pengaturan politik serta kekuasaan diatur secara rinci oleh syariat Islam. Rasulullah saw. adalah teladan nyata bagi kepemimpinan atas umat. Selain tugas beliau sebagai Rasul Allah, beliau juga adalah pemimpin negara Islam pertama di Madinah Al-Munawarah. Namun, bukanlah beliau yang membuat aturan, tetapi Allah saja yang membuat aturan. Begitulah syariat Islam diterapkan pertama kalinya dalam bingkai Daulah Islam. Kemudian, sistem ini diteruskan oleh para pengganti beliau yaitu para Khulafaur Rasyidin. Meski berganti kepemimpinan, tetapi sistem yang diterapkan tetaplah syariat Islam dalam Khilafah Islamiyah, yang juga kemudian digantikan oleh para khalifah setelahnya, hingga 13 abad lamanya.

Mengapa harus sistem Islam? Allah SWT telah mewajibkan penguasa untuk memerintah rakyat hanya dengan syariah-Nya saja. Allah SWT mengharamkan penguasa untuk menerapkan hukum-hukum kufur atau yang berasal dari luar Islam. Allah SWT mensifati orang yang tidak berhukum dengan syariah-Nya sebagai kafir (QS al-Maidah: 44), zalim (QS al-Maidah: 45) atau fasik (QS al-Maidah: 47).

Islam melarang kaum Muslim, termasuk penguasa mereka, untuk mencari dan mengambil dari selain Islam atau mendatangkan sesuatu yang tidak ada ketentuannya dalam Islam. Semua itu tidak akan diterima oleh Allah SWT. Karena itu dengan tegas Allah memerintah kita untuk menghukumi masyarakat dengan hukum Islam dan tidak mengikkuti hawa nafsu manusia atau rakyat. Allah SWT berfirman: Karena itu hukumilah mereka menurut apa yang telah Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepada kamu (TQS al-Maidah [5]: 48).

Sistem demokrasi sejatinya merupakan sistem yang dibuat manusia untuk manusia lagi. Ketika manusia membuat sebuah hukum, maka di dalamnya hanya akan penuh dengan kepentingan sang pembuat hukum. Oleh karena itu, demokrasi tidak akan pernah menjamin keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat. Berbeda dengan aturan Islam yang datang langsung dari Allah swt. Sang Pencipta manusia dan alam semesta, jelas Islam akan membawa perubahan yang nyata untuk seluruh masyarakat yang dinaunginya dalam Khilafah Islamiyah. Begitulah Islam akan menjadi sistem yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Lalu, masihkah kita berharap pada orang yang akan memimpin negeri ini ketika mereka masih menjadikan demokrasi sebagai tuannya? Jangan berharap negeri ini akan berubah menuju kebaikan. Sebaliknya, Indonesia akan semakin terpuruk. Jadi, berharaplah pada Islam, yang akan membawa perubahan sebenarnya. Oleh karena itu, perjuangan umat akan pergantian sistem sangatlah dibutuhkan. Perubahan itu ada di tangan umat yang akan menggiring Negara ini menuju penerapan Islam secara sempurna dalam Khilafah Islamiyah.

The Liebster Award

The Liebster Award apaan sih?



Awalnya sih sempet terkagum-kagum sama Teh Frida yang dapet award blogger ini, eh ternyata beliau juga menominasikannya pada saya. Award ini adalah salah satu penghargaan dari blogger satu ke blogger lainnya, dari satu blog ke blog lainnya.

Saya sendiri dapet nominasi dari teteh seniorku, teh Frida Nurulia. Meskipun saya sebenarnya belum tahu pasti apa itu The Liebster Award, tapi saya tertarik untuk ikut berpartisipasi di award ini. Kalau baca dari postingan para blogger penerima award ini, The Liebster Award bertujuan untuk silaturahim para blogger, dan juga untuk mempromosikan blog kita. Lumayan kan :D
Kata Liebster sendiri berasal dari bahasa Jerman yang artinya adalah tersayang, kalau menurut saya berarti orang-orang yang mendapat award ini adalah orang-orang tersayang dari si pemberi award ini, iihh...so sweet ^_^

Nah, apa sih yang harus dilakukan untuk mendapatkan award ini?
1. Berterimakasih sama orang yang menominasikan kamu, dan cantumkan alamat blog dia di blog kita.
2. Tampilkan gambar The Liebster Award di blogmu, boleh di post atau di widget. Terserah.
3. Jawab 11 pertanyaan dari orang yang menominasikanmu untuk TLA.
4. Tulis 11 fakta random tentang dirimu.
5. Nominasikan 5-11 bolger yang menurutmu pantas untuk mendapatkan award ini, yaitu blog yang memiliki follower kurang dari 1000.
6. Bikin 11 pertanyaan baru untuk blogger yang kamu nominasikan di TLA
7. Masukkan peraturan dari The Liebster Award di postinganmu.
8. Setelah postinganmu di publish, kamu mesti ngasih tau orang-orang yang kamu nominasikan dalam TLA, kasih mereka tautan postinganmu.

So, at first...
Saya mau ngasih ucapan terima kasih banyak sama teh Frida Nurulia, yang lewat postingan blognya tentang The Liebster Award ini ngasih nominasinya sama saya. Makasih ya teh, you're so sweet...:)
*Afwan ya teh, telat bikin postingannya

Dan inilah 11 fakta random tentang saya, paling bingung jawabnya, hmm....
1. Namanya kaya laki-laki, karena dulu bapak saya berharap banget punya anak pertama laki-laki. Kalau dulu anaknya laki-laki, bapak mau kasih nama Ariefdhita Wibi Hertanto, halaah...ya mirip-mirip dikit lah hehe
2. Pas SMP kena tiga virus: 1. Virus sepak bola, 2. Virus motogp, 3. Virus Lord of the Rings
3. Zaman jahiliyahnya saya, saya fanatik sama Arsenal, tapi anehnya pas saya jadi pendukung mereka, Arsenal gak dapet trofi juara apapun paling trofi kecil semacam Emirates Cup, kan sakit hati jadinya (eaaa)
4. Waktu saya bayi, saya sering datang ke kampus UNPAD (lho?!), yaiya secara ibu sama bapak kerja di sana. Makanya dari saya bayi hingga dewasa seperti sekarang ini masih aja betah datang ke kampus tercinta (cieee)
5. Pertama kali bikin novel fiksi fantasi pas kelas 2 SMA, itu pun baru sekadar konsep corat-coret di buku catatan. Nah, novel Miss Dreamer and Elizabeth's Diary akhirnya bisa rampung di semester kedua pas kuliah (yeaa)
6. Pertama kali bikin lagu + nulis lagu di tahun 2009,  lagunya tentang roman judulnya Hidden Love
7. Berhijab secara sempurna pertama kali di tahun 2010 dengan jumlah jilbab 10 buah, hehe
8. Paling inget sama doa yang saya minta di tahun 2009 lalu, doa yang udah nunjukkin saya di jalan dakwah, doa ini juga yang akhirnya menguatkan komitmen saya sampai sekarang
9. Nulis skripsi tentang Hantu di tahun 2012 dengan judul Hantu sebagai Manifestasi Alienasi dalam Fiksi Karya Charles Dickens
10. Sampai saat ini, saya berhasil membuat tujuh buah lagu dengan gitar kesayangan dan juga menelurkan empat buah buku ( 3 novel dan 1 kumcer)
11. Saya punya butik online namanya Ash-Shafiyya Jilbab Fashion yang rilis pertama kali di tahun 2012

Oke, hal-hal di atas adalah sebelas fakta singkat tentang saya.

Nah, sekarang saatnya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Teh Frida...

1. Q: Sebagai seorang blogger, apa sih hambatan paling besar yang kamu rasakan untuk menulis?
A: Kalau menurut aku, hambatan seorang blogger untuk menulis adalah ide. Kalau ide itu mengalir, biasanya otomatis antara pikiran dan tangan ini bergerak secara sinkron. Kalau lagi stuck, kadang suka males juga untuk nulis.

2. Q: Kamu punya target khusus untuk blogmu?
A:  Enggak kayanya, awalnya sempet punya target. Misalnya saya sempet punya blog khusus writing, tapi ternyata, karena kesalahan saya sendiri jumlah viewnya menurun dan akhirnya saya tutup blog tentang writing. Jadi disini saya cukup menuliskan apapun yang ada dalam pikiran saya. Saya juga punya satu blog lagi di situs wordpress, alamatnya thesoulfortress.wordpress.com. Dua blog saya ini tetap update dan aktif kok. Cek aja. :)

3. Q: Menurutmu yang paling enggak banget dari seorang blogger itu apa?
A: Yang paling enggak banget dari seorang blogger itu adalah di blognya banyak memuat iklan pornografi yang muncul lagi dan muncul lagi disertai dengan blink-blink yang bikin enek.

4. Q: Siapa penulis favoritmu dan kenapa?
A: Penulis favoritku siapa ya? Kalau fiksi sepertinya belum ada. Tapi penulis yang paling keren menurut saya adalah Syaikh Taqiyyudin an-Nabhani, lewat karya-karyanya yang tersaji dalam kitab-kitab Hizbut Tahrir adalah karya terbaik. Pembahasan beliau mengenai Islam sebagai sistem disangkutpautkan dengan realita sekarang yang terus berkembang begitu mendalam dan komprehensif. Sampai-sampai saya terkagum-kagum dengan pemikiran beliau yang memang berasal dari pemikiran Islam. Subhanallah...

5. Q : Apa genre Fiksi yang paling kamu sukai dan kenapa?
A : Genre fiksi yang paling saya suka adalah fantasi (anak), roman, dan detektif. Suka fantasi khususnya fantasi anak karena ceritanya ringan tapi kita bisa diajak untuk berimajinasi yang aneh-aneh. Roman, cerita klasik yang bisa dengan mudah untuk ditebak, tapi anehnya saya gak pernah bosan, hehe. Detektif karena bisa menebak-nebak endingnya seperti apa dan paling bikin penasaran.

6. Q: Tentang Indonesia nih, menurutmu apa sih masalah paling krusial di negara ini?
A: Menurut saya, masalah paling krusial di negara ini adalah penerapan sistem amburadul yang sebenarnya sudah cacat dari lahir. Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim, sebagian masih tetap aja percaya dengan sistem buatan manusia ini. Padahal agama yang mereka pegang, yaitu Islam punya keistimewaan, Islam pun adalah sebuah sistem lengkap dan komprehensif. Inilah yang masih menjadi PR besar bagi para pejuang syariah dan khilafah yaitu untuk mengarahkan dan membina masyarakat dengan Islam yang benar-benar utuh.

7. Q: Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikinya?
A: Kebanyakan Muslim terlalu sibuk dengan perbaikan akhlak dan dirinya sendiri saja. Padahal masyarakat pun butuh perbaikan. Nah, yang sedang saya lakukan adalah terus memperbaiki diri sekaligus bersamaan dengan perbaikan kepada umat. Dengan cara apa? Kita contoh saja Rasulullah. Yaitu dengan dakwah sesuai dengan metode yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam sebuah jamaah dakwah untuk menyadarkan umat akan pentingnya Islam sebagai sebuah sistem yang nantinya diterapkan dalam sebuah institusi yang disebut sebagai Khilafah. Jadi, ya berjuang untuk menerapkan ideologi Islam dalam Khilafah.

8. Q : Apa harapan kamu untuk pendidikan di Indonesia?
A: Karena pendidikan merupakan kebutuhan primer bagi setiap penduduk, jadi saya berharap pendidikan di negeri ini bisa gratis, dan tentunya memiliki kualitas sarana dan prasarana yang tinggi. Sehingga nantinya akan menghasilkan generasi-generasi penerus bangsa yang brilian dan memajukan umat serta Islam itu sendiri. Pendidikan yang dibangun haruslah di atas pondasi sistem pendidikan Islam yang didukung oleh aspek-aspek pengaturan Islam lainnya, seperti politik dan ekonomi.

9. Q: Makanan favoritmu apa?
A : Umm, apa ya? Lidah saya sih enggak terlalu neko-neko kalau dalam hal menyantap makanan. Asalkan itu halal dan thayib, pasti dimakan :) (iya gitu?)

10. Q :Keterampilan apa yang ingin kamu kuasai?
A: Pengen banget mahir dalam desain, terutama desain grafis, fashion dan interior. Pengen juga belajar bikin efek video pake Adobe After Effect, yang bikin pusing. Belajar bikin video yang super keren. Juga terampil segala tugas ibu rumah tangga, apalagi masak-memasak. Hehe :D

11. Q :Bahasa (asing) apa yang ingin kamu kuasai?
A: Bahasa Arab (karena bahasa surga), Inggris, Jepang, dan Prancis.


Sepertinya postingan tentang Liebster Award harus selesai sampai disini deh, selamat membaca....hehe :D


Olahraga Dalam Islam, Seperti Apa?

Ada artikel keren nih, tulisan Ustadz Hafidz Abdurrahman, silakan dibaca dan dipahami :)



Olahraga Dalam Islam

Oleh: Hafidz Abdurrahman

Dunia olahraga memang luas, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Potensi, motivasi bahkan ambisi mereka dalam berolahraga pun berbeda-beda. Ada yang baik dan positif, tetapi ada juga yang tidak baik dan negatif. Olahraga itu sendiri, apakah yang berbentuk fisik maupun psikis, ternyata ada yang bermanfaat dan konstruktif, tetapi ada juga yang membahayakan dan merusak.

Karena itu, kegiatan olahraga dan non-olahraga, bahkan semua urusan kehidupan manusia, karena merupakan bagian dari kehidupan manusia, harus diatur, baik dengan Alquran maupun Sunnah Rasulullah SAW. Baik dalam bentuk perbuatan, perkataan, termasuk motivasi dan tindakannya. Pengaturan itu bukan karena tradisi dan budaya atau karena populer dan digandrungi, jika ternyata bertentangan dengan syariat Allah harus dilarang. Sebab, syariatlah yang menjadi pemutus atas individu, jamaah dan negara. Syariat pulalah yang menjadi penentu perasaan dan perilaku. Syariat pulalah yang mengatur seluruh aspek kehidupan.


Tujuan Olahraga
Kehidupan umat Islam pada era di mana hukum Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan di bawah naungan Khilafah adalah kehidupan yang dipenuhi dengan ambisi dan cita-cita Islam yang agung dan mulia, yaitu i’la’i kalimati-Llah (menjunjung tinggi kalimah Allah) dengan dakwah dan jihad, guna mengemban dan menyebarkan risalah Islam ke seluruh dunia. Nabi pun bersabda, “Sesungguhnya melancong dan rekreasi umatku adalah berjihad di jalan Allah.” (HR Abu Dawud, Hakim, Baihaqi dan at-Thabrani).
Ini menjadi bukti, bahwa kehidupan umat Islam bukan kehidupan yang dipenuhi dengan sendagurau, main-main dan santai, tetapi kehidupan yang serius. Meski tidak berarti, tidak boleh diselingi, sesekali dengan santai dan sendagurau. Tetapi, selingan tetap selingan. Bukan justru, selingan ini mendominasi waktu dan hari-hari seorang Muslim.

Karena itu, jika Nabi memerintahkan agar kita mengajarkan renang, berkuda dan memanah kepada anak-anak kita, konteks perintah tersebut ada dua: Pertama, menjaga kebugaran tubuh agar tetap sehat; Kedua, melatih kekuatan fisik untuk persiapan berjihad di jalan Allah. Tidak lebih dari itu. Maka, olahraga diperlukan dalam dua konteks ini. Bukan untuk olahraga itu sendiri, juga bukan untuk mendapatkan dan mengumpulkan harta, bukan pula untuk mendapatkan popularitas dan ketenaran, yang diikuti dengan arogansi, kesombongan serta sikap destruktif lainnya, sebagaimana yang banyak ditunjukkan oleh olahragawan dan atlet saat ini.

Dengan kata lain, olahraga ini di-set up sedemikian rupa sebagai bagian dari aktivitas politik dan ideologis. Inilah tujuan dan konteks olahraga, yang di era permulaan Islam dikenal dengan istilah Furusiyyah (latihan berkuda untuk menjadi kesatria), yaitu untuk memberikan, membela dan mengembalikan hak-hak yang dirampas dari pemiliknya.

Dalam konteks inilah, olahraga ini disyariat. Allah berfirman, “Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang mampu kalian upayakan.” (Q.s. al-Anfal [8]: 60). Nabi juga bersabda: “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah, ketimbang orang mukmin yang lemah.” Dalam konteks itu pula, Nabi SAW mengizinkan orang-orang Abesenia untuk memainkan tombak di masjid Nabawi yang mulia. Nabi juga mengizinkan Aisyah, istri baginda SAW, untuk melihat mereka (HR Muttafaq ‘Alaih).

Kebijakan Olahraga yang Salah

Ketika kehidupan umat Islam dipimpin oleh ideologi kapitalisme, dengan asas manfaat sebagai pandangan hidupnya, maka orientasi hidup kaum Muslim pun berhasil disesatkan. Mereka bukan hidup untuk Islam dan umatnya, apalagi persiapan untuk kehidupan akhirat. Tetapi, mereka hidup untuk kesenangan duniawi dan materi. Dunia olahraga pun disulap menjadi industri untuk mewujudkan ambisi materi, duniawi dan polularitas.

Para olahragawan dan atlet pun telah menjelma menjadi selebritas, yang diburu oleh media dan penggemar, kemudian diikuti dengan iklan dan pendapatan yang melimpah. Inilah industri olahraga yang telah keluar dari konteksnya untuk menjaga kebugaran tubuh agar tetap sehat dan melatih kekuatan fisik untuk persiapan berjihad di jalan Allah. Di negara-negara Barat, olahragawan dan atlet pun terlibat skandal seks, minuman keras, kecanduan obat dan moralitas.

Fenomena kehidupan mereka pun telah menyihir kaum Muslim. Mereka mengikuti berita dan agenda olahraga dengan mendalam, sementara mereka nyaris tidak tahu urusan agama dan umat mereka. Semuanya ini telah menyeret mereka dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Inilah musibah yang dihadapi oleh kaum Muslim saat ini. Bahkan, olahraga telah digunakan sebagai sarana untuk meracuni mereka dan menghalang-halangi mereka dari dzikir, shalat dan jihad di jalan Allah, serta membuang-buang potensi mereka untuk bermain siang dan malam, tanpa peduli terhadap peristiwa atau kondisi yang menimpa kaum Muslim. Ini jelas dilarang oleh Islam.

Kepentingan Politik dan Ideologis

Jihad sebagai ujung tombak Islam (dzarwah sanam al-Islam) dan cara yang disyariatkan oleh Allah untuk meraih kemuliaan di dunia dan akhirat, jelas membutuhkan persiapan, antara lain kebugaran badan. Dalam hal ini, olahraga dan latihan fisik jelas mempunyai peranan. Sebagai contoh, keahlian memanah, melempar lembing dan menembak, misalnya, jelas sangat dibutuhkan dalam berjihad.

Demikian juga kebugaran fisik, merupakan prasyarat yang dibutuhkan dalam berjihad agar bisa mengarungi medan jihad yang sangat berat. Ini membutuhkan latihan dan olahraga, seperti jalan kaki, lari spring, termasuk renang yang sangat membantu kebugaran fisik dan pernafasan. Selain itu, olahraga seperti karate, taekwondo, kungfu, ninja dan keterampilan sejenisnya, di mana olahraga ini berguna untuk mempertahankan diri dan menyerang lawan, juga dibutuhkan.

Hanya saja, olahraga tersebut bukan untuk olahraga itu sendiri, sehingga tidak untuk diperlombakan, sekaligus menjadi ajang pertunjukan, tontonan dan bisnis. Karena tradisi perlombaan seperti ini tidak ada dalam budaya Islam. Budaya ini merupakan budaya Yunani, dengan gimnasiumnya, dan ada sebelum Islam. Ketika Islam berkuasa, budaya dan tradisi seperti ini tidak pernah ditemukan dalam kehidupan Islam. Karena itu, apa yang kini berlangsung di tengah-tengah kaum Muslim, sesungguhnya bukan warisan budaya Islam dan bertentangan dengan cita-cita Islam. Wallahu a’lam.[]

Komentar:
Islam sangat mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, bahkan olahraga pun diatur sedemikian rupa. Subhanallah. Ternyata olahraga yang baik itu adalah olahraga yang bisa mendukung kekuatan fisik seorang Muslim untuk berjihad di jalan Allah. Tentu saja, bukan untuk mencari ketenaran dan materi belaka seperti kebanyakan para atlet sekarang, karena seorang manusia itu hidup hanyalah untuk beribadah saja kepada Allah swt. :)

Get Freebies for Your Blog

Pernah denger freebie? Apa sih freebie itu?
Definisi freebie kalau kata om Google adalah a thing given free of charge. Freebie adalah sesuatu yang diberikan secara cuma-cuma alias GRATIS (FREE!). Nah, sesuatu itu bisa berupa apapun, tergantung siapa yang akan memberinya, bisa kupon diskon, buku, asesoris, dll. Tapi kali ini, aku hanya akan kasih info tentang situs-situs penyedia freebie untuk blog kalian biar tambah cantik ;)

Freebie yang disediakan oleh situs-situs ini akan membuat tampilan blog kalian jadi lebih cantik. Biasanya freebie yang disediakan itu berupa background, header, button, frame atau blinkies. Buat kamu para cewek blogger yang suka banget sama tema vintage, retro, atau pun yang chic and cute, here they are! Situs-situs penyedia freebies yang cute abis :D


Freebie yang kalian download juga bisa dipakai untuk keperluan pribadi kalian, misalnya untuk bikin kartu nama, asesoris logo, poster, undangan, dll. So, have fun with the cute freebies :)

tampilan situs http://shabbyblogs.com/design/



Belajar Bikin FF (Flash Fiction)

Saya baru tahu istilah Flash Fiction ini beberapa bulan yang lalu, hehe kalau tidak salah setelah mem-follow akun @nulisbuku. Biasanya @nulisbuku suka ngasih tantangan gitu buat followernya yang mau latihan jadi penulis handal yaitu dengan bikin perlombaan bikin #FF2in1 apa itu? Kalo gak salah ya, bikin dua buah Flash Fiction dalam satu jam saja, dengan tema yang mendadak diberi tahu. Saya sendiri belum pernah ikut tantangan ini, tapi kayanya asik banget deh! Sepertinya harus coba sekali-kali. Hihi :D

Nah emangnya bisa bikin dua buah cerita dalam satu jam? Bisa aja kali, toh ini kan cuma Flash Fiction, alias cerita fiksi yang singkat banget. Kalo kata om Wiki sih, Flash fiction adalah karya fiksi yang sangat singkat, bahkan lebih ringkas daripada cerita pendek. Walaupun tidak ada ukuran jelas tentang berapa ukuran maksimal sebuah flash fiction, umumnya karya ini lebih pendek dari 1000 atau 2000 kata. Rata-rata flash fictionmemiliki antara 250 dan 1000 kata. (Sebagai perbandingan, ukuran cerita pendek berkisar antara 2.000 dan 20.000 kata. Rata-rata panjangnya antara 3.000 dan 10.000 kata.)(http://id.wikipedia.org/wiki/Flash_fiction)

Saya sendiri belum pernah coba bikin flash fiction, padahal ide cerita selalu banyak ngumpul di otak. Hanya saja, saya selalu memikirkan konsep ide cerita yang rumit dan panjang, jadi rasanya kurang cocok kalau dibuat versi flash fiction. Yaiyalah, pasti beda banget. Yang jelas, cerita flash fiction ini langsung nonjok sama temanya, seolah-olah langsung masuk klimaks. Mungkin saya sendiri juga belum terlalu ngerti idealisnya flash fiction itu kaya gimana, yang jelas saya pun ingin coba buat beberapa. Pasti seru!

Yuk coba bikin flash fiction ;)

7 Tips Menulis Novel

Langkah awal sebelum memulai menulis adalah:

1. Tentukan tujuanmu, apakah kamu akan menulis sebuah cerpen, cerbung, flash fiction ataukah novel. Tentukan juga genre nya. Ada banyak genre yang dapat kamu pilih, bisa roman, misteri, fantasi, horor, dan masih banyak genre lainnya. Tulisanmu harus mampu meyakinkan pembaca. Caranya? Gambarkan latar belakang dengan baik dan tepat. Misalnya, bukan dengan menceritakan “Dia adalah orang yang jorok, ” tetapi dengan menggambarkan keadaan, misal: “Hal pertama yang menarik perhatianku adalah setumpuk sampah di pojok kamarnya”

2. Buatlah karakter yang “kuat” dan “nyata”. Gak sulit kok mendapatkan karakter: lihat saja orang-orang disekitarmu dan jadikanlah mereka karakter fiksimu.
   
3. Kenali juga karakter kalian, boleh kok kalian buat biodata masing-masing karakter. Misalnya, tokoh utama kalian adalah Rama. Buat biodatanya dari nama lengkap, tanggal lahir, hobinya, sifat-sifatnya, dll. Sehingga, dapat mempermudah kalian saat pengembangan ide cerita kalian nantinya. Bedakan antara karakter dewasa, remaja dan anak-anak. Masing-masing usia memiliki karakter alami yang tak bisa dihilangkan
   
4. Buat plot! Tentukan bagian-bagian penting dari fiksimu dari awal, klimaks hingga ending. Tanpa plot, fiksi kalian dapat mengalir entah kemana sehingga tak pernah mendapatkan ending nya. Cara membuat plot? Mudah. Gunakan saja mind map (peta pikiran). Bagian penting dari plot: pengenalan tokoh, pre-konflik, konflik, klimaks, post-konflik dan ending.
   
5. Klimaks. Merupakan bagian paling penting dari sebuah cerita. Klimaks cerita menentukan seberapa berhasilnya karyamu! Pada klimaks,kita membangun partisipasi pembaca,untuk mampu berimajinasi bahkan berkeinginan untuk menjadi sang tokoh utama.
   
6. Yang tak kalah penting: Sudut pandang “point of view”. Ada sudut pandang orang pertama, orang kedua dan orang ketiga. Yang terpenting: Konsisten! Maksudnya konsisten adalah: gunakan satu sudut pandat dalam satu cerita, jangan bervariasi karena membuat pembaca bingung.
   
7. Jangan lupakan dialog antar tokoh dengan pas, kurang dialog akan membuat pembaca bosan. Sedangkan dialog yang berlebihan juga dapat membuat pembaca tidak memahami cerita kalian. Saat menulis dialog, perhatikan juga aksen bicara dan karakter si tokoh.

Oleh BYOTENEGA
*copied from http://bulan-narasi.com/2014/04/30/7-tips-menulis-novel/


Teknik Menulis Kisah Dramatis

Dalam buku ‘Meramu Kisah Dramatis’, William Noble memberikan banyak cara untuk meramu kisah dramatis dalam sebuah karya tulis fiksi. Ya, memang biasanya kita banyak menemukan kesulitan dalam membangun alur cerita, karakter, dan unsur-unsur lainnya. Nah, kali ini kita bakal rangkum buku William Noble itu, so check this out yow! ;)

Sebelumnya, konsep cerita memang seharusnya sudah matang di isi kepala kita, agar ketika kita menuliskannya tidak terlalu sulit untuk merangkainya. Meskipun kadang atau sering, kita menemukan hal-hal baru di tengah perjalanan menulis. Dan kita pun harus tau unsur-unsur pokok dalam cerita, makanya kata om Noble, kita harus membuat cerita se-dramatis mungkin, gimana caranya?

1. Perlunya Konfrontasi (Konflik)

Kita sebagai penulis, harus menyajikan sesuatu yang berbeda dari penulis lainnya. Meskipun kita tak pernah lepas dari pengaruh penulis lainnya. Sajikan sesuatu yang berbeda, yaitu insiden yang tidak biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sesuatu yang tidak terduga muncul dalam sebuah cerita akan menarik perhatian pembaca. Ini akan membuat ceritamu menarik dan tak terlupakan.

2. Tarik Emosi-Emosi Itu!

Apa maksudnya? Sajikan detail sebuah suasana, biarkan pembaca merasakan itu semua, sehingga seolah pembaca juga masuk ke dalam cerita itu. Melalui penggambaran suasana yang detail dan permainan kata-kata, pembaca akan terlibat langsung dalam petualangan cerita itu.

3. Meningkat! Meningkat!

Cerita layaknya seperti sebuah menaiki anak tangga, semakin tinggi dan tinggi lagi. Menciptakan ketegangan dalam sebuah cerita adalah membuat fokus pembaca semakin jelas dan perhatian pada cerita semakin kuat. Buatlah ketegangan itu meningkat melalui aksi-aksi yang tak biasa. Tingkatkan konflik hingga mencapai puncaknya, seperti kalian membawa sesuatu terbang ke langit kemudian menghempaskannya ke dasar bumi. Salah satu cara untuk meningkatkan konflik adalah dengan terus menambahkan ketidakpastian pada resolusi konflik. Dan jangan coba untuk menempatkan konflik di tahap awal cerita, karena kemungkinan cerita selanjutnya akan terasa basi. Biarkan pembaca tenggelam dalam rasa penasaran dan ketegangannya.

4. Memanfaatkan Kedekatan

Tidak ada tulisan apa pun yang dapat mengimbangi dampak dramatis dari kejadian atau situasi yang terjadi sekarang, saat ini, disini! Karena pada saat inilah kita hidup, jantung kita berdenyut. Manfaatkan kesempatan ini untuk membuat pembaca terlibat langsung dengan kisah dramatis yang kita buat, beginilah cara membangun kedekatan antara cerita dengan pembaca. Dampak dari kedekatan ini akan membawa dampak yang maksimal kepada pembaca dan membawa pembaca berhadapan langsung dengan drama pada tingkat yang tinggi. Dunia fiksi dan dunia nyata si pembaca akan menjadi satu dan sama.