Ehem...ehem...oke, malam ini pertandingan sepak bola antara Dream Team Indonesia vs Arsenal sedang berlangsung. Sambil nungguin gol masuk, sambil posting aja deh. Sebenernya, tulisan ini mungkin gak jauh beda sama postingan aku sebelumnya tentang fanatisme sepak bola. Mungkin sekedar pengantar, aku ceritain dulu deh gimana ceritanya dulu sampe aku suka sepak bola, atau Arsenal lebih tepatnya.
Well, ceritanya dulu kira-kira kelas 4 SD, aku udah mulai tertarik sama sepak bola. Ya, karena bapakku lumayan sering juga nonton Persib, jadi otomatis aku ikutan deh. Nah, pas mulai demam World Cup 2002, aku mulai kena virus sepak bola deh. Waktu itu aku masih kelas 6 SD dan lagi Ujian Akhir Sekolah, tetep aja aku tontonin pertandingannya, tapi Jerman only! (Gol for Arsenal menit 53, 0-2) Dari sanalah aku mulai menggandrungi sepak bola. Terus 2 tahun kemudian, virus itu tiba-tiba dateng lagi. Entah kenapa, tiba-tiba suatu malem, aku ingin banget nonton sepak bola. Kebetulan waktu itu, di TV7 pas malem minggu disiarkanlah Barclays Premiere League alias Liga Inggris. Kebetulan lagi, pertandingan yang disiarkan pada saat itu adalah Arsenal vs Millwall FC, Arsenal menang 4-1. Mulai dari sana, aku tambah suka sama sepak bola. Meskipun sebenarnya udah suka dan udah punya tim kesayangan dan pemain kesayangan yaitu AC Milan dan Kaka. Tapi ternyata, permainan Arsenal lebih cantik dan menarik untuk ditonton (apalagi rumput stadion di Inggris lebih hijau daripada di Itali, hehe). Wajar sih suka sama Arsenal waktu itu, secara, mereka emang lagi jadi the best team tahun 2003-04, apalagi rekor mereka sebagai The Invincible Team (49 match unbeaten atau tidak terkalahkan) belum selesai. Akhirnya aku jatuh cinta pada Arsenal dan juga Fabregas, haha. Begitulah ceritanya, sampai aku suka bahkan suka banget (waktu dulu) sama Arsenal.
Well, itu sekedar pengantar doang. Terus, gimana sekarang? Apa masih suka sama Arsenal? Umm, sebenarnya sih masih suka. Tapi gak se-fanatik dulu. Setelah Fabregas pergi ke Barcelona, entah kenapa dan syukurlah, rasa fanatik itu berkurang. Aku udah mulai jarang banget nonton Arsenal, bahkan kayanya emang gak niat (kecuali malem ini, karena mumpung Arsenal lagi tour ke Indonesia, hehe). Atau memang aku udah paham dengan berbagai kajian Islam yang aku ikuti, bahwa ikatan fanatisme hanyalah ikatan semu, tidak layak diperjuangkan di hadapan Allah!
So, apa yang mau dipersoalkan? Kebetulan, karena aku emang goonerette (julukan buat penggemar Arsenal versi cewek), aku punya banyak teman gooner dan goonerette di akun facebook. (Gol lagi nih buat Arsenal, 3-0). Ternyata emang mereka antusias sekali dengan kedatangan Arsenal ke Indonesia, dan aku lihat, mereka sampai bela-belain nginep di GBK di bulan puasa ini demi nonton Arsenal. Wajar? Wajar aja sih, tapi berlebihan juga ternyata (Wah, gol lagi nih sama Giroud, 4-0). Kenapa? Indonesia, negeri yang mayoritas Muslim dan sedang bulan Ramadhan, gimana ibadah wajib mereka?! Sementara, pas aku ikut acara Muktamar Khilafah di GBK aja, mau sholat dan ke wc aja susahnya mintaaa ampun, karena peserta yang bejibun. Aku yakin penonton Indonesia buat pertandingan ini dan sejenisnya lebih dari capaian peserta MK.
Bahkan, ada status teman fb yang berkata kurang lebih seperti ini 'Tarawehnya libur dulu aja ya, kan sunah | Kalo nonton Arsenal mah wajib buat gooner'. Belum lagi, kadang ditambah dengan sikap nasionalisme yang berlebihan ketika menonton timnas kesayangan. Dan juga, ada aktivitas ikhtilat (campur baur antara perempuan dan laki-laki yang bukan mahramnya) disana. Astaghfirullahaldziim! Itulah orang-orang yang menukar kehidupan akhiratnya demi kehidupan dunia yang sesaat, sungguh sangat merugi!
Aku harus banyak beristighfar nih. Mungkin saja aku juga termasuk orang-orang seperti itu, astaghfirullahaldziim....! Menyukai sesuatu memang diperbolehkan, asalkan ia tidak bertentangan dengan syara' dan tidak melebihi cintanya pada Allah swt. Menonton pertandingan sepak bola memang mubah hukumnya, asalkan ia tidak melalaikan ibadah yang menjadi prioritasnya kepada Allah swt. Inilah fakta dan realita yang terjadi di tengah-tengah umat Muslim sekarang ini, sungguh menyedihkan! Kebanyakan umat Muslim belum paham dengan Islam itu sendiri. Yah, begitulah...
Oke, mungkin cukup sekian postingan malam ini, karena pertandingan sudah berakhir dan tentunya tulisan ini harus menjadi sebuah refleksi bagi aku sendiri yang senantiasa harus mengevaluasi diri bagaimana menjadi seorang Muslim yang taat dan tidak mengabaikan hukum syara'.
Hey, by the way, the match is now finished with 0-7, you know who the winner is! Well done, lads!
Minggu, Juli 14, 2013
Rabu, Juli 03, 2013
Hypocrite!
There is a question in my mind, why do almost people have two faces?! It's not real two faces I mean. Yea, according to this post title, hypocrite! But I don't mean it is in the true meaning.
Sometime we find that ourselves may like something but probably we also hate something. Life nowadays has been more difficult to be distinguished, who is actually the good one and the bad one? but we should look it deeper, what is about heart? Heart never lies, although face can show the opposite. I don't understand why. Why it is so hard to explain? When they tell us, they keep telling us that they hate something or someone. But in fact, why they still show their kindness to someone they hate, or actually maybe they never hate it, they only want to make justification for us. So who become the victim? I don't know!
And it is also applied to those who believe that they have faith to Islam, but they won't obey to Allah's rules. They only take some parts of the rules and ignore the others. How can?!
Err, maybe we should make a self-correction, are we also including into that person? we never know, only Him knows. Naudzubillah~
Sometime we find that ourselves may like something but probably we also hate something. Life nowadays has been more difficult to be distinguished, who is actually the good one and the bad one? but we should look it deeper, what is about heart? Heart never lies, although face can show the opposite. I don't understand why. Why it is so hard to explain? When they tell us, they keep telling us that they hate something or someone. But in fact, why they still show their kindness to someone they hate, or actually maybe they never hate it, they only want to make justification for us. So who become the victim? I don't know!
And it is also applied to those who believe that they have faith to Islam, but they won't obey to Allah's rules. They only take some parts of the rules and ignore the others. How can?!
Err, maybe we should make a self-correction, are we also including into that person? we never know, only Him knows. Naudzubillah~
Being Natural, Being Romantic
Hwaaah, rasanya udah lama banget gak bikin tulisan di blog, gak juga kali ya, hehe...
Well, sore ini ternyata langit mendung dan akhirnya turun hujan. Hujan itu indah, hujan itu romantis. Gimana gak romantis coba? Kalau kita lihat pepohonan semuanya jadi terlihat segar dan hijau, dedaunan merunduk malu karena kebasahan, genangan air berusaha menangkap peri-peri kecil yang turun dari langit, dan mereka berlompatan riang gembira menyambut hujan, apalagi kalau hujan di pegunungan dan tertutupi oleh kabut tipis, owww! that's so.... Eits tunggu dulu!
Romantis yang aku maksud adalah romantis versi kakek William Wordsworth. Mungkin bagi yang tahu, Wordsworth hidup sekitar abad ke-18 dan 19 dimana era ketika ia hidup dinamakan zaman Romantis (ciyeee :p) dan dia menjadi salah satu pelopor era Romantis bersama rekannya Samuel Taylor Coleridge, setelah membuat kumpulan puisi Lyrical Ballads yang dipublikasikan pada tahun 1798.
Terus, romantis menurut versi mereka gimana sih?
Romantisisme adalah aliran yang lebih mengutamakan perasaan emosional, kemurnian, keoriginalitasan, natural, dan apa adanya. Romantisisme terwujud dalam karya sastra, seni, dan puisi. Wordsworth yang tinggal di pedesaan lebih banyak membuat puisi yang berkaitan dengan alam atau perasaannya tentang nature. Inilah yang disebut dengan Romantis.
Dibawah ini adalah satu puisi Wordsworth yang aku suka, I wandered lonely as a cloud
I wandered lonely as a cloud
That floats on high o'er vales and hills,
When all at once I saw a crowd,
A host, of golden daffodils;
Beside the lake, beneath the trees,
Fluttering and dancing in the breeze.
Continuous as the stars that shine
And twinkle on the milky way,
They stretched in never-ending line
Along the margin of a bay:
Ten thousand saw I at a glance,
Tossing their heads in sprightly dance.
The waves beside them danced; but they
Out-did the sparkling waves in glee:
A poet could not but be gay,
In such a jocund company:
I gazed—and gazed—but little thought
What wealth the show to me had brought:
For oft, when on my couch I lie
In vacant or in pensive mood,
They flash upon that inward eye
Which is the bliss of solitude;
And then my heart with pleasure fills,
And dances with the daffodils.
That's so romantic, right?! Bisa kelihatan kan sisi romantisnya Wordsworth? Dia menggunakan banyak hal yang berkaitan dengan alam atau nature, so natural and back to nature. Mungkin, aku yang seorang penulis puisi juga, gaya berpuisiku sedikit terpengaruh oleh aliran ini. Aku sering sekali menggunakan nature sebagai objek puisi untuk mewakili perasaanku. Alam selalu mewakili setiap perasaan manusia atau sebaliknya, sehingga kita bisa membuat analogi satu sama lain. Ya, being natural, being so romantic.
Alam memang begitu indah, dan tentunya Pencipta dibalik itu semua lebih indah dibandingkan yang lain. Bagiku dengan mentadaburi alam, semakin besar cinta dan rasa syukurku pada-Nya. Apalagi jika alam ini lengkap dengan aturan-Nya, sudah pasti kehidupan ini akan sempurna karena bernaung dalam ridho-Nya.
| raining is always beautiful to me |
dan paling enak lagi sambil dengerin instrumental music box kayak ini nih, enjoy your time ^_^
Minggu, Juni 23, 2013
BACA: Investasi Terbaik Bagi Pengemban Dakwah
Oleh: Felix Siauw
Dalam hidup saya, saya banyak sekali bertemu dengan orang-orang yang hebat atau super hebat. Beberapa orang menginspirasi saya dengan caranya sendiri-sendiri. Terkadang orang-orang semacam ini membuat saya berfikir: “Bagaimana mereka bisa menjadi seperti ini?”. Akhirnya setelah melihat kesamaan pada mereka semuanya saya bisa menyimpulkan satu hal yang sederhana: “Mereka sama-sama punya perpustakaan pribadi”.source :http://www.spirithaji.com/inspirasi/3021-baca-investasi-terbaik-pengemban-dakwah.html
Membaca adalah suatu aktivitas yang istimewa, bahkan Allah swt telah menegaskannya dalam ayat pertama yang dia turunkan dalam al-Qur’an. Dan Allah menurunkan ayat pertama ini dalam bentuk perintah, Iqra’ – Bacalah!. Ini menandakan bahwa Allah betul-betul mewajibkan kaum muslim untuk “membaca” yang pada akhirnya akan membuatnya mendapatkan Allah swt sebagai Tuhannya dan Islam sebagai agamanya.
Ada suatu ungkapan yang menyatakan “Membaca adalah kunci keberhasilan di sekolah (Reading is the key to success in school). Ungkapan ini dibahas secara menarik dalam buku “The World Book student Handbook”. Dalam bab “Why is Reading Important” dibahas tentang sekelompok guru di Amerika Serikat yang mengadakan penyelidikan tentang murid sekolah dan problema belajar. Salah satu kesimpulan mereka yang menarik adalah:
bahwa seorang murid yang tidak berhasil dalam suatu bidang tertentu umpamanya matematika, masih bisa berhasil dalam bidang studinya yang lain. Tetapi seorang murid yang malas membaca hampir selalu tidak berhasil dalam semua bidang studinya.
Kita memang tak perlu lagi diingatkan dengan hal yang seperti ini karena al-Qur’an sebenarnya telah mendorong ummatnya secara luar biasa untuk membaca. Tapi sayangnya, tidak semua orang khususnya muslim yang benar-benar sadar pentingnya aktivitas membaca ini. Dan seringkali mengesampingkan aktivitas ini. Data BPS (2006) memberikan kita informasi bahwa orang Indonesia lebih suka menonton TV (85,9%) dan atau mendengarkan radio (40,3%) ketimbang membaca koran (23,5%).
Berdasarkan hasil survei Unesco, minat baca masyarakat Indonesia paling rendah di Asean. Sementara, menurut survei yang dilakukan terhadap 39 negara di dunia, Indonesia menempati posisi ke-38. Belum lagi fakta bahwa surat kabar di i Indonesia angkanya 1:45; artinya setiap 45 orang mengonsumsi satu surat kabar. Di Filipina angkanya 1:30 dan di Sri Lanka angkanya 1:38. Bahkan meminjam buku di perpustakaan pun hanya dilakukan oleh 10-20% rakyat Indonesia.
Pahit memang, menyaksikan Indonesia yang sebagian besar adalah muslim, tetapi ternyata masih sangat jauh minat bacanya, padahal al-Qur’an telah memberikan indikasi yang sangat jelas bahwa Allah memberikan pengetahuan kepada manusia melalui perantaraan kalam.
Teringat masa kecil sebelum saya meninggalkan kejahiliyahan, buku adalah teman dekat saya. Kamar saya tak ubahnya seperti rental komik, dan 90% uang jajan saya habis untuk membeli buku komik. Ketika SMP-SMA, saya mulai membaca novel dan buku-buku semacam Sherlock Holmes, Lupus, ataupun novel tulisan Enid Blyton, R.L. Stine dan semua novel fiksi. Ketika menjadi seorang muslim, saya sangat memahami bahwa saya tidak seperti yang lain, saya tidak memilki pengetahuan dasar dalam Islam sebagaimana yang lain. Maka strategi saya adalah: “Lebih baik nggak makan daripada gak punya buku”.
Walhasil, ketika mahasiswa saya memiliki perpustakaan pribadi kecil-kecilan. Walaupun sebagian buku saya tidak pernah saya baca hingga tuntas. Betul, memiliki buku yang banyak tidak menjamin kita membacanya hingga tuntas, tetapi setidaknya kita telah menjadikan kesempatan besar bagi diri kita sendiri untuk membaca. Logikanya, jika ada buku saja susah membaca apalagi nggak ada.
Sama faktanya yang saya temukan ketika saya berdakwah lewat dunia maya. 80% pertanyaan yang ditanyakan lewat inbox message atau mail saya diakibatkan oleh orang yang bertanya tidak mau dan malas membaca!. Padahal jawabannya sudah sangat jelas sekali jika mereka mau membaca. Tetapi kebanyakan dari kita memang malas membaca, karena budaya makan mi instan, maka pengetahuan pun ingin instan.
Tidak semua orang yang membaca buku akan menjadi besar, tetapi semua orang besar rajin membaca buku. Setiap orang-orang yang istimewa dalam hidup say apasti memiliki perpustakaan pribadi di rumahnya. Dan Islam tahu betul fungsi perpustakaan ini seperti apa. Pada tahun 830, Khalifah Harun ar-Rasyid mendirikan Baitul Hikmah, perpustakaan Baghdad yang berisi lebih dari 1.000.000 literatur.
Ja’far bin Muhammad (940 M) mendirikan perpustakaan di Mosul yang sering di kunjungi para ulama baik untuk membaca atau menyalin. Pengunjung perpustakaan mendapat segala alat yang diperlukan (pena, tinta, kertas dll) secara gratis. Bahkan Seperti yang dikatakan oleh Al Hakim Al Mustansir bahwa tentara Mongol menghancurkan Baghdad, jutaan buku dibuang ke sungai Tigris yang membentuk semacam “jembatan mengapung”. Inilah perhatian Islam terhadap perpustakaan dan buku.
Sepertinya tidak salah apabila leluhur kita mengatakan: “membaca adalah kunci ilmu, sedangkan gudang ilmu adalah buku”. Dan Dr. Mustafa Ashi Bai’ menasihati kita dengan kata-katanya :
. . . Ziarahlah ke perpustakaan sehari sekali, supaya engkau tahu karunia akal yang Allah berikan kepadamu . . .
Cobalah tumbuhkan minat baca kita, karena membaca adalah aktivitas yang harus ada pada seorang hamilud dakwah. Kebiasaan membaca tidak akan kita peroleh apabila minat membaca kita masih rendah. Dan minat tidak akan dapat ditumbuhkan kecuali dengan rangsangan. Yaitu adanya buku di rumah. Membeli buku tidak akan merugi, karena itu adalah investasi terbaik. Cobalah rutin membaca setelah shubuh 30 – 60 menit dan rasakan bedanya setelah satu bulan.
Felix Siauw adalah Islamic Inspirator
Yup, membaca adalah salah satu kunci sukses bagi para pengemban dakwah. Bisa dibayangkan apa jadinya ketika para pengemban dakwah tidak suka bahkan tidak pernah membaca, apa yang akan ia sampaikan kepada umat yang membutuhkan bimbingannya?
Selalu ada hikmah atau pelajaran dari setiap apa yang kita baca. Semakin banyak kita membaca, semakin kaya ilmu pengetahuan kita, semakin handal kita untuk menyampaikan dakwah.
Ayo, membaca dan belajar untuk investasi buku dari sekarang! :D
Kamis, Juni 06, 2013
Twinkle Twinkle Little Star
Twinkle twinkle little star
Glowing in the sky
Let it shines
Although the darkness' still covering
Let me see your sparkle
And make my wish flies to you
High upon the sky
But please,
don't ever let me fall
to crash into the ground
Allow me to steal your beauty
and keep your light inside my dark soul
Till you shine with your brightest light
Warm the coldness of my heart
And melt down the ice of my soul
Oh, twinkle twinkle little star
Please,
Would you give me your shine?
Would you keep shining on me?
and accompany the loneliness of myself,
accompany me to walk along the road of this life
till the end of time
Hey, twinkle twinkle little star,
I just want to ask you
where are you now?
the brightest one and the most beautiful one,
Although I know
that you're still standing above the sky
and do waiting for our meeting
Please, keep shining on me
Senin, Mei 20, 2013
The 6th Song: Waiting for a Star
Yeah, this is my 6th song I made. I don't know actually what this song tells about, because I think it's just full of metaphors. Maybe the lyric is just something I want like my dreams I want to get. Firstly, and just like my other songs, I found nice chord while I was playing the guitar and I didn't plan to make a new song, but finally i found the chord and it was nice, I think, so I created the lyric. The genre of the song may be just lil bit country and gothic, maybe because I was inspired by The Civil Wars songs.
Here you may know the lyric below, check this out ;)
Waiting for a Star
Uhh...uhh..uh...
I'm standing here to watch it all night
Uhh...uh..uhh..
A star is glowing and I start to hide
Uh...uhh..uh...
Still I keep stealing to look up the sky
Uhh...uh..uh...
But I find that now it is run and hide
Reff:
The night, I know it is so dark
It makes me blind to see all the things I find
The star is standing above the sky
But why it's just covered and now it hides
I wish the star will give shiny light
and waiting here till the sun comes to the sky
Just waiting here until you will come around
Uhh...uh..uhh...
I know it's hard to reach but I can't run
Uhh...uhh..uh...
And it keeps sparkling to me it's a sign
Uhh...uh...uhh..
But it's still shy to show its shiny light
Uhhh...uhh..uh..
I promise to watch and catch its glow
Back to Reff.
Breakpart:
Although it's too far for I can get it
And I know I'm in stranger side
I'm sure still have a chance to make it
Mine......
I'm waiting here until you'll come around
Here you may know the lyric below, check this out ;)
Waiting for a Star
Uhh...uhh..uh...
I'm standing here to watch it all night
Uhh...uh..uhh..
A star is glowing and I start to hide
Uh...uhh..uh...
Still I keep stealing to look up the sky
Uhh...uh..uh...
But I find that now it is run and hide
Reff:
The night, I know it is so dark
It makes me blind to see all the things I find
The star is standing above the sky
But why it's just covered and now it hides
I wish the star will give shiny light
and waiting here till the sun comes to the sky
Just waiting here until you will come around
Uhh...uh..uhh...
I know it's hard to reach but I can't run
Uhh...uhh..uh...
And it keeps sparkling to me it's a sign
Uhh...uh...uhh..
But it's still shy to show its shiny light
Uhhh...uhh..uh..
I promise to watch and catch its glow
Back to Reff.
Breakpart:
Although it's too far for I can get it
And I know I'm in stranger side
I'm sure still have a chance to make it
Mine......
I'm waiting here until you'll come around
Sabtu, Mei 18, 2013
Writing is My Life
Menurutku, menulis adalah salah satu anugerah yang diberikan oleh Allah swt. kepadaku. Mungkin semua orang bisa menulis, tapi belum tentu ia terlatih untuk menulis. Kadang aku juga merasa bahwa kemampuan menulisku masih jauh di bawah rata-rata. Akan tetapi, aku suka sekali untuk menuangkan ide segar dalam bentuk tulisan. Menulis bagiku adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan. Bayangkan saja jika kamu adalah penulis fiksi, mungkin kamu bisa membuat orang lain terjebak dalam dunia yang tak pernah dibayangkannya. Atau jika kamu penulis non-fiksi, kamu bisa membuat mata pembaca terbelalak karena tulisanmu yang dipenuhi dengan fakta tentang alam semesta.
Menulis adalah sebuah pintu bagi sang penulis untuk menjelajahi dunia yang baru. Sebagai penulis, kita dapat menciptakan apa saja yang kita inginkan, membangun beberapa karakter dan membuatnya 'hidup' dalam karya sastra. Bukankah menyenangkan?! Selain itu, tulisan kita juga dapat mempengaruhi pikiran seseorang bahkan mengubah hidup seseorang. Itu adalah kekuatan dibalik sebuah tulisan.
Akan tetapi, kadang kalanya kita menemukan banyak kesulitan dalam merangkai ide dan kata-kata. Aku pun begitu, di dalam laptopku, banyak sekali tulisan-tulisan bersambung yang entah kapan terselesaikan. Aku selalu membuatnya menggantung tanpa akhir yang jelas. Bahkan aku kebingungan akan kemana tulisanku ini bermuara. Meskipun begitu, kita tak boleh pernah berhenti untuk menulis. Aku ingat perkataan seorang penulis, Arswendo Atmowiloto yang menjadi pembicara dalam acara gathering pada saat OSPEK di Fakultas Sastra Unpad 2008 silam, ketika aku baru saja menjadi mahasiswa baru saat itu. Ia mengatakan bahwa ketika kita sudah menuliskan sesuatu maka kita juga harus berusaha untuk menyelesaikannya. Ketika kita sudah menyelesaikan tulisan itu, kita akan merasa bangga dan puas bahwa kita sudah menyelesaikan sebuah tulisan, dari sanalah kita akan merasakan ketagihan untuk menulis lagi. Begitu pula denganku!
Aku mulai suka menulis ketika aku masih duduk di bangku SMA. Aku memang sangat suka membaca sejak aku masih kecil, tetapi aku menemukan minatku untuk menulis ketika SMA. Ketika aku banyak membaca novel-novel fiksi, aku mulai berpikir bahwa aku juga ingin membuat satu novel fiksi. Pada saat itu aku memang banyak membaca novel teenlit, karena terpengaruh oleh teman-teman sebayaku. Pada tahun 2007, atau tepatnya ketika aku duduk di bangku kelas 2 SMA, aku mulai mencoba mewujudkan impianku untuk menulis novel fiksi. Saat itu aku masih menuliskannya di buku tulis dengan kerangka cerita yang belum terbentuk. Aku baru saja menulis dua bab dalam novel itu, kemudian aku berhenti karena akan fokus melaksanakan ujian nasional. Satu tahun kemudian, ketika aku sudah menjadi mahasiswi sastra, aku memutuskan untuk melanjutkan kembali novel yang sudah aku rencanakan itu. Liburan panjang mahasiswa tiba, dan saat itulah aku berhasil menyelesaikan novel pertamaku yang berjudul 'Miss Dreamer' selama kurang lebih 3 bulan, dengan jumlah halaman sebanyak 300 lembar A4 dengan spasi 2 font Corbel 12. Aku begitu merasa senang ketika novelku berhasil kuselesaikan meskipun berselang cukup lama. Dari sanalah kemudian aku mencoba mengirimkan kepada salah satu penerbit besar yang ada di Indonesia. Berselang 4 bulan, novelku dikembalikan. Jujur aku merasa kecewa karena novel pertamaku ditolak. Aku tidak berusaha mengirimkannya kepada penerbit lain, karena aku rasa aku perlu sekali untuk merevisinya.
Waktu terus berlalu, aku mendiamkan novel pertamaku itu. Akan tetapi, aku juga berusaha kembali untuk membuat novel yang lain. Pada saat itu aku lebih banyak menulis yang bertemakan remaja, fantasi. dan persahabatan. Aku juga memasukkan beberapa unsur hobiku pada saat itu yang sangat menyukai sepak bola. Akan tetapi, aku tak berhasil menyelesaikan novel itu karena aku merasa kebingungan. Aku pun mulai menuliskan hal yang lainnya, namun hasilnya sama, karya yang sudah aku rencanakan dan mulai aku tulis, tidak berhasil aku selesaikan. Terlalu banyak ide yang ingin kutuliskan. Akhirnya aku tidak pernah fokus untuk menyelesaikan salah satu diantaranya.
Namun, saat ini aku berusaha untuk kembali menulis dan menyelesaikannya. Beberapa hari yang lalu, aku menerbitkan karyaku pada sebuah penerbit self-publishing. Aku menerbitkan karya pertamaku disana, dengan syarat, aku sendiri yang mempromosikan karyaku secara online. Setelah itulah, aku kembali menemukan semangat untuk menulis. Terutama pada saat ini aku ingin sekali membuat karya-karya yang lebih bermanfaat meskipun dalam bentuk fiksi, karena aku sangat menyukai cerita fiksi yang di dalamnya mengandung nilai-nilai kehidupan.
Menulis adalah bagian dari hidupku saat ini. Tulisanku adalah representasi dari diriku sendiri, meskipun tidak selalu begitu. Selain fiksi, aku juga sering sekali membuat artikel atau tulisan opini yang menyangkut tentang keadaan masyarakat saat ini, mungkin kamu juga bisa melihatnya dalam blogku ini. Aku juga menulis puisi dan juga lirik lagu. Sempat dahulu aku pernah mencoba membuat drama script, tapi aku menemukan kesulitan disana. Untuk saat ini mungkin aku ingin memfokuskan diriku untuk membuat tulisan yang bermanfaat bagi orang banyak dan menyadarkan masyarakat yang saat ini bisa kubilang mereka masih terjebak dalam keadaan yang tidak sehat ini. Meskipun aku juga masih memiliki obsesi besar untuk menulis sebuah karya semacam 'The Lord of the Rings' yang dipenuhi dengan unsur fantasi dan misteri.
Ya begitulah, menulis menjadi sebuah hal yang tak dapat kutinggalkan. Imajinasi dan ide selalu mengalir di kepalaku, aku berharap semua hal yang ada di isi pikiranku dapat mengalir menjadi tulisan yang orang pun dapat membaca, menilai, dan menyadarinya.
Saat ini aku sudah membuat tiga buku. Satu buku tentang remaja dan persahabatan (novel fiksi pertamaku), satu novel drama berlatarkan Jepang (aku tidak menerbitkannya), dan satu buku kumpulan cerpen bergenre fantasi, gothic, dan misteri. Ingin tahu? Kunjungi saja situs nulisbuku.com disitu kamu bisa menemukan karyaku, coba saja tebak! Karena aku memakai dua nama pena yang berbeda ;)
Atau kamu juga ingin menerbitkan karyamu? Baca selengkapnya di publishing house wanna be milikku klik arsvicesca.wordpress.com
“Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia.”
― Seno Gumira Ajidarma, Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara
“Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya” ― Imam Ali
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah" (Rumah Kaca, h. 352)” ― Pramoedya Ananta Toer
Langganan:
Postingan (Atom)