My 7th Song: Untitled Yet (Late Post)

9/18/2013 10:06:00 PM 0 Comments A+ a-

Here it is, proudly I present to you my seventh song. Actually I created it maybe a month ago, not in short time as usual, I felt difficult to find the compatible lyric. So, I don't know what this song tells about, maybe it is just something hidden inside my mind and my heart. Huwaa....i think it's not a parallel lyric, hehe! Btw, check the lyric out.

Untitled

Maybe I know, it's just another fake
Cause I know I made a mistake
Maybe I should let go over from you
Cause I should remember of who I am
And I'm not the one who's like you

Baby, if I could turn back all of the time
I would choose, I didn't want to find you
But all is too late, life should be like this
I must pass my life through all these
and I still miss the piece of my life

Then my heart will wait for something I can't tell
and it's about you who feel lonely
if you believe then I can tell the truth
what my heart says and you will be free
I have you only inside of the rhyme
Nothing's fine if it's only a lie

Oh God I know, I'm still staring at the sky
Wishing here, for the bird's coming around
Then she will give me a letter from the sky
Something that will change my life
Flawless night covers the end of the numb

However I still don't know what's going on
Just realize I'm nothing for you
when the life will give a little luck for me
would promise I won't make my mistake
Destiny will bring me to that place
and we're glad that all is over from now

Yayaya, and so the lyric! Who is you?! I don't know, maybe the star...
My sister told me that the intro was similar to Jason Mraz's. I felt so, maybe I was inspired by his song, then I remember, yes it is. My intro is just quite similar to the song 'Woman I loved' by Mraz, hehe...Anyway but this song was really my creation which limited to my guitar play. When I'm bored, I play my guitar randomly, then suddenly I just find nice melody, so I create the song. That's the way I make a song, so accidentally. :D

Untitled, Unknown, ???

9/12/2013 08:10:00 AM 0 Comments A+ a-

Okay, maybe this is my first time to write (read:tell) something actually I never blow it up directly. Sometime, I just use some metaphors, or analogy, or symbol when I speak about this. Because, maybe I'm very sensitive and too shy, so I might be afraid of something that will happen. However, I can't deny from it, I just want to write it down, and everything's done. Then I hope, I feel better after this.
So, what am I going to discuss? No, actually I won't discuss it because I'm the one who feel it, and I just want to write about what I feel. Ehemm....!
Someone said that it is an 'annual mourning', maybe it's often happened to that one. But I just feel it currently or maybe for a couple past few months, actually since I was graduated from my university. And it makes me suffered. But I thank Allah, it makes me closer to Him.
It is not easy way I could pass. There are more feelings I can feel in every single time: nervous, curious, anxious, worried, hopeful, and so many things I can feel. Maybe, hope you guys guess it, got it?!
Well, everybody I'm sure, they feel it too. But for me, I'm different. It's not easy for me. I just hope that this will be fine after what I've done a past few days and the next days I don't know what I should do. I hope the best will be mine, although I know I always wish for that one, the glowing star in the sky which bravely standing beautifully with its light. Huff! However, maybe I never have that one, but there are many things I can expect: maybe the butterfly which is flying around the flower, or the moon which is shining in the lovely night, or maybe the sun which hides behind the clouds. Ah, I just don't know, because this is a mystery of my destiny. I just want to believe Him. Only Him I should believe.

*Sigh! What actually I am talking about?! I don't know. :|




Miss World: Kedok Eksploitasi Perempuan ala Kapitalisme

9/04/2013 08:26:00 PM 0 Comments A+ a-

Lak-tolak-tolak tolak Miss World sekarang juga| Pus-hapus-hapus ekploitasi perempuan!
(yel-yel tolak Miss World Rabu, 4 September 2013, aksi dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Jawa Barat)
Aksi tolak Miss World di depan Gedung Sate
Suara penolakan kontes kecantikan sedunia alias Miss World bergema di seantero jagad Indonesia ini. Hampir kebanyakan ormas-ormas Islam menolak Miss World dilaksanakan di Indonesia, karena kontes ini hanyalah kedok para pebisnis untuk mengeksploitasi perempuan. Kontes semacam ini juga dapat merusak moral dan akhlak penduduk Indonesia, yang mayoritas Muslim. Kenapa, yuk disimak tulisan opini yang telah saya buat, check this out!



Tahun 2013, Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah ajang kompetisi perempuan sedunia atau biasa disebut dengan Miss World. Rencananya, kontes kecantikan yang akan digelar pada 23 September 2013 mendatang ini akan diadakan di dua kota besar, yaitu Bali dan dan Jakarta, sebagai tuan rumah bersama. Namun perhelatan dunia yang diadakan setahun sekali ini nampaknya menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Fakta Miss World
          Jika dilihat sejarah Miss World sendiri, kompetisi ini dimulai pada tahun 1951 oleh pasangan suami istri, Eric dan Julia Morley di Inggris. Pada mulanya, Miss World merupakan ajang kontes pertunjukan busana bikini yang sedang menjadi mode fashion teranyar pada masa itu, namun kemudian media menyebutnya dengan Miss World.  Pada tahun 1980, kontes ini mereposisi dirinya dengan slogan Beauty with a Purpose (Kecantikan dengan Tujuan), sehingga para panitia menambah tes kompetisi ini sehingga sesuai dengan slogan, yaitu tidak hanya memfokuskan pada kecantikan tetapi juga kecerdasan dan kepribadian para peserta.  Kontes Miss World adalah salah satu ajang kompetisi terbesar yang ada di dunia dan banyak menarik perhatian masyarakat dunia. Organisasi Miss World sendiri banyak meraup keuntungan yang besar tiap tahunnya.
          Demi mendapat perhatian masyarakat nasional dan dunia, para perempuan yang menjadi peserta ajang kompetisi ini rela ‘menjual’ kecantikan dan kemolekan tubuhnya di depan masyarakat dan media umum. Tak tanggung-tanggung busana yang dipakai dalam kompetisi ini adalah busana yang menunjukkan sebagian besar tubuh perempuan yang seharusnya ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan secara umum. Meskipun ada isu mengatakan bahwa kompetisi yang akan dilaksanakan tahun ini tidak akan ada pertunjukkan bikini , tetapi tetap saja kompetisi ini adalah bentuk eksploitasi terhadap perempuan secara keseluruhannya.

Bentuk Eksploitasi terhadap Perempuan
          Kontes kecantikan memang tak hanya Miss World, banyak pergelaran serupa yang diadakan baik tingkat dunia seperti Miss Universe, maupun tingkat nasional seperti Puteri Indonesia dan Miss Indonesia.  Kontes semacam ini menjadikan perempuan sebagai pusat perhatian karena perempuan-lah pesertanya. Kecantikan dan kemolekan tubuh perempuan dinilai dan justru menjadi fokus perhatian dalam kompetisi, meskipun kecerdasan dan kepribadian mereka pun tetap menjadi aspek tambahan untuk menjuarai kontes ini. Akan tetapi, masyarakat dunia sekarang seolah tersihir oleh ajang yang justru sebenarnya dapat merusak akidah dan moral bangsa, terutama bagi negeri ini yang ditinggali oleh mayoritas kaum Muslim.
          Kontes Miss World dan semacamnya merupakan salah satu simbol ekploitasi terhadap perempuan dengan dalih pemberdayaan dan penggalian potensi diri.  Miss World adalah ikon pornografi dan eksploitasi perempuan. Meskipun tidak ada bikini, secara keseluruhan ajang ini adalah ajang pamer aurat. Mereka berjalan berlenggak-lenggok di depan khalayak umum yang notabene bukan mahramnya dengan mengenakan pakaian atau gaun yang memamerkan aurat. Mereka juga pada akhirnya akan menjadi model-model yang menjual produk pornografi di media yang akan dikonsumsi secara gratis oleh masyarakat. Jelas Miss World dan kontes semacamnya merusak akidah dan moral bagi bangsa ini.
          Selain itu, melalui ‘penjualan’ kecantikan dan kemolekan tubuh perempuan, kontes ini akan menghasilkan banyak keuntungan bagi para pemilik modal yang menjadi sponsor dalam perhelatan ini. Kompetisi yang diadakan setiap satu tahun sekali dan ditonton oleh berjuta-juta masyarakat dunia, jelas akan memberikan keuntungan besar bagi pemilik acara. Perempuan, lagi-lagi menjadi korban kapitalisme melalui kontes yang dikemas secara menarik dan menipu. Tentu saja, seharusnya hal ini merugikan pihak peserta sebagai perempuan. Tubuh berharga milik mereka pada akhirnya dijual murah kepada para pemilik modal yang justru mendapat keuntungan lebih banyak. Inilah kedok kapitalisme yang dibalut sedemikian rupa agar masyarakat terhipnosis oleh ajang kecantikan semacam ini, sehingga mereka tak sadar bahwa mereka sedang dieksploitasi. Sistem Kapitalisme telah menjadikan masyarakat buta dan rusak. Keuntungan dan materi selalu menjadi patokan dalam hidup, sehingga para penganut sistem ini meyakini bahwa segala kenikmatan duniawi harus diraih, kekayaan harus dimiliki, popularitas harus dicari, tanpa memperhatikan bahwa ada Zat yang Mahatinggi yang seharusnya dijadikan poros hidup. Itulah sistem Kapitalisme yang merusak manusia dimana sekulerisme atau pemisahan agama dari kehidupan dijadikan sebagai landasan hidup.

Islam Menjamin Harga Diri Perempuan
          Tak ada yang dapat menjamin perlindungan kepada perempuan kecuali Islam.  Islam menempatkan perempuan pada posisi yang mulia. Islam menyuruh kepada setiap Muslimah untuk menutup auratnya secara sempurna dengan kerudung (An-Nur: 31) dan jilbab (Al-Ahzab: 59). Perempuan diposisikan sebagai makhluk mulia di mata keluarga, masyarakat, dan negara. Negara wajib menjamin kesejahteraan dan melindungi perempuan di mana pun berada. Perempuan mendapat jaminan untuk dilindungi dan bukan dieksplotasi apalagi melalui aurat tubuhnya. Islam juga melindungi perempuan dengan menyuruh kepada laki-laki yang bukan mahramnya untuk menundukkan pandangan kepada mereka. Dengan itulah, perempuan akan merasakan keamanan yang nyata karena Islam telah menjamin seluruhnya. Berbeda dengan kondisi sekarang, yang justru perempuan dieksploitasi kecantikan tubuhnya. Perempuan dijadikan produk untuk mendapatkan keuntungan bagi para pemilik modal yang rakus akan kekuasaan, serta perempuan juga dijadikan sebagai objek pemuasan hawa nafsu laki-laki yang melihat kemolekan tubuhnya melalui ajang-ajang kecantikan semacam Miss World.

          Islam menilai perempuan  bukan dari ukuran tubuh atau kecantikan fisiknya semata, akan tetapi keimanan dan ketakwaan itulah yang akan menempatkan perempuan kepada derajat yang tinggi di mata Allah swt.  Namun kesempurnaan Islam hanya akan dapat dirasakan ketika Islam dan seluruh aturannya diterapkan dalam bingkai Khilafah Islamiyah. Disanalah keamanan dan kehormatan perempuan akan terwujud, bukan dalam sistem Kapitalisme yang sekarang masih diterapkan di negeri ini. 

Wallahualam bisshawab